Wakil Gubernur Sultra Hugua Jadi Narasumber Utama pada Seminar Nasional Lingkungan Hidup UHO

SOROTSULTRA.com, Kendari-Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara, Ir. Hugua, M.Ling jadi narasumber utama dalam seminar nasional yang digelar oleh Jurusan Ilmu Lingkungan Fakultas Kehutanan dan Ilmu Lingkungan Universitas Halu Oleo (FHIL UHO). 

Kegiatan itu mengusung tema Mitigasi dan Adaptasi Perubahan Iklim dalam Mewujudkan Ketahanan Pangan, Air, dan Energi Berkelanjutan yang digelar di Hotel Claro Kendari pada Senin (3/11/2025). 

Hugua menegaskan bahwa isu lingkungan tidak hanya berkaitan dengan aspek ekologi, tetapi juga menyangkut dimensi perilaku, peradaban, dan kepemimpinan manusia. 

“Environment is not ideology, it is a leadership. Kepemimpinan lingkungan itu sederhana percaya kepada Allah SWT, menghargai manusia, dan seluruh ciptaannya. Jika tidak, maka manusialah yang akan menjadi perusak bumi,” ujar Hugua. 

Hugua menilai bahwa kerusakan lingkungan disebabkan oleh ketidakseimbangan antara unsur biotik, abiotik, dan sosial-kultural, yang kemudian diperparah oleh keserakahan manusia.

“Sejak revolusi industri di abad ke-18, ketika mesin uap ditemukan, dimulailah pergeseran budaya lokal menjadi budaya global. Kapitalisme dan imperialisme muncul, mempercepat eksploitasi alam. Inilah akar kerusakan lingkungan yang kita alami hingga kini,” jelasnya.

Baca Juga :  Wagub Hugua Tutup STQH Ke-28, Kolaka Juara Umum

Negara dibentuk oleh tiga unsur utama penduduk, pemerintah, dan wilayah. Ketika pengelolaan sumber daya alam tidak seimbang, maka dampaknya bukan hanya pada alam, tetapi juga terhadap keberlangsungan bangsa.

“Kalau pengelolaan tambang tidak seimbang, maka kehancuran akan terlalu cepat. Itulah sebabnya, sektor lingkungan harus menjadi pertimbangan utama dalam setiap kebijakan pembangunan,” katanya.

Maka dibutuhkan sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam menciptakan sumber daya manusia yang peka terhadap isu lingkungan dan pembangunan berkelanjutan.

“Perguruan tinggi memproduksi manusia, dan kami di pemerintah adalah user-nya. Maka harus ada kesinambungan antara visi nasional, visi daerah, dan visi perguruan tinggi,” tegasnya. (RED) 

 

Komentar

Berita Terkait