1 Tahun Siska-Sudirman di Bawah Bayang-bayang Program Asta Cita Prabowo-Gibran, Janji Kampanye?

SOROTSULTRA.com, Kendari-Ekspose 1 tahun kepemimpinan Wali Kota Kendari, dr. Siska Karina Imran dan Wakil Wali Kota Kendari, Sudirman, SE., masih menonjolkan program-program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Selasa (3/3/2026).

Jika demikian, maka timbul pertanyaan, janji saat kampanye kapan akan ditunaikan? Apa yang diklaim sebagai peningkatan dalam acara yang digelar di Balaikota Kendari itu bukan karena faktor dari kebijakan pemerintah kota (Pemkot) Kendari.

Pencapaian 1 tahun kepemimpinan Siska-Sudirman terkesan belum terwujud dari sisi program-program unggulan yang dijanjikan saat suksesi Pilwali pada Pilkada serentak 2024 lalu. Ekspose tersebut lebih terkesan numpang di program nasional.

Dalam pemaparannya, Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran menyampaikan sejumlah capaian strategis selama satu tahun kepemimpinannya, mulai dari peningkatan pelayanan publik, pembangunan infrastruktur, penguatan sektor UMKM, hingga program sosial kemasyarakatan.

“Satu tahun ini adalah fondasi. Ke depan, kami akan terus memperkuat program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa capaian tersebut merupakan hasil kerja kolaboratif seluruh jajaran pemerintah daerah bersama dukungan masyarakat.

Baca Juga :  Mahasiswa KKN Riset Aksi IAIN Kendari, Gelar Pelatihan Pengobatan VCO Bagi Ibu-Ibu PKK

Di sektor infrastruktur dan pelayanan publik, dilakukan perbaikan jalan, normalisasi drainase, serta pelayanan inklusif seperti perizinan melalui mall, loket pelayanan publik, dan call center 112 yang telah menangani ribuan laporan warga dengan cepat.

“Semua ini bertujuan mempermudah urusan masyarakat dan menghidupkan urat nadi ekonomi Kota Kendari,” tambahnya. 

Melalui momentum ini, Pemerintah Kota Kendari menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kemajuan daerah menuju Kendari semakin maju.

Program-program Siska-Sudirman belum nampak signifikan. Yang paling mendasar adalah harga kebutuhan sembako masyarakat mengalami kenaikan. Belum lagi angka pengangguran, lapangan kerja, kriminalitas, kamtibmas, peredaran narkoba, dll.

Kemacetan di mana-mana akibat persimpangan tidak ada lampu pengatur lalu lintas, izin pembangunan perumahan tanpa pengawasan, sehingga menimbulkan dampak lingkungan pada masyarakat. (RED)

Komentar