Kadin Sultra Gelar Gerakan Pangan Murah di Kolaka, Anton Timbang: Wujud Komitmen untuk Hadir Ditengah Masyarakat

SOROTSULTRA.com, Kolaka-Pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) di Kecamatan Pomalaa, Kabupaten Kolaka mendapat dukungan penuh dari Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Sulawesi Tenggara, Anton Timbang. Dukungan tersebut disampaikan melalui konferensi pers virtual bersama awak media, Sabtu (7/3/2026).

Dalam keterangannya kepada wartawan, Anton Timbang mengatakan, kegiatan itu sebagai bentuk komitmen Kadin Sultra terhadap program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

Anton Timbang menyebut, pelaksanaan Gerakan Pangan Murah yang dinisiasi oleh Kadin Sultra mendapat dukungan penuh dari Gubernur Sulawesi Tenggara, Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka.

“Dukungan dari Bapak Gubernur Sulawesi Tenggara. Kami mengapresiasi perhatian beliau terhadap upaya menjaga stabilitas harga pangan dan daya beli masyarakat,” kata Anton.

Anton menegaskan, Kadin Sultra siap menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam mendukung berbagai kebijakan ekonomi yang dijalankan Pemprov Sultra.

“Kadin Sultra mendukung seluruh program ekonomi yang dijalankan Gubernur Sulawesi Tenggara. Kami ingin memastikan dunia usaha ikut mengambil bagian dalam memperkuat ekonomi daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Baca Juga :  Jurnalis Kendari Sesalkan KPU Kota Kendari Tak Transparan soal Akses Informasi Penetapan DPT

Anton menambahkan, Gerakan Pangan Murah merupakan program berkelanjutan yang dilaksanakan Kadin Sultra di sejumlah daerah dengan tingkat tekanan inflasi relatif tinggi. Program tersebut sebelumnya telah digelar di Kota Kendari, kemudian dilanjutkan di Kabupaten Kolaka, dan selanjutnya direncanakan berlangsung di Baubau.

“Kami melihat ada beberapa daerah yang mengalami tekanan inflasi cukup tinggi, seperti Kolaka dan Baubau. Karena itu, Kadin Sultra berinisiatif menghadirkan Gerakan Pangan Murah agar masyarakat bisa memperoleh kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau,” jelasnya.

Warga Padati Lokasi Gerakan Pangan Murah (GPM)

Pelaksanaan Gerakan Pangan Murah di Kecamatan Pomalaa mendapat respon besar dari masyarakat. Sejak dibuka pukul 09.00 WITA, pekarangan Kantor Camat Pomalaa dipadati warga yang datang untuk membeli komoditas pangan murah yang disiapkan Kadin Sultra bersama Kadin Kolaka.

Pantauan di lokasi menunjukkan arus kedatangan warga berlangsung terus-menerus. Sebagian warga datang dengan berjalan kaki dari permukiman sekitar, sementara lainnya menggunakan sepeda motor.

“Kami datang bergantian dengan tetangga. Saya jalan kaki saja karena dekat, tapi yang lain banyak juga yang pakai motor. Sayang kalau dilewatkan karena selisih harganya lumayan dibanding pasar,” ujar seorang warga.

Baca Juga :  BNN Kota Kendari Peringati HANI Bersama Generasi Muda

Program GPM ini merupakan respons Kadin Sultra untuk membantu menekan angka inflasi di Kabupaten Kolaka yang mencapai 7,77 persen. Dalam program tersebut, Kadin memberikan subsidi harga hingga Rp5.000 per paket.

Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia, Andi Yuslim Patawari, yang memantau langsung kegiatan bersama Wakil Ketua Kadin Sultra, Sastra Alamsyah, menilai pola kedatangan warga yang sangat antusias menjadi bukti intervensi harga sangat dibutuhkan masyarakat.

“Tingginya antusiasme warga menunjukkan program ini benar-benar dirasakan manfaatnya, terutama di tengah kenaikan harga kebutuhan pokok di pasar,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Kadin Kolaka, Hj. Vebrianti, mengungkapkan, sebanyak 12.000 paket kebutuhan pokok disiapkan untuk masyarakat. Paket tersebut berisi beras, gula pasir, dan minyak goreng dengan harga yang telah disubsidi.

Distribusi difokuskan di Kecamatan Pomalaa yang merupakan kawasan industri dengan dinamika ekonomi cukup tinggi. Intervensi harga dinilai penting untuk menjaga stabilitas daya beli masyarakat.

“Saat ini inflasi di Kolaka mengalami kenaikan. Di sinilah peran Kadin hadir sebagai mitra pemerintah. Jika pemerintah mengatur birokrasi, maka Kadin mengayomi pengusaha untuk bersama-sama mencari solusi ekonomi bagi daerah,” kata Vebrianti. (RED)

Komentar