SOROTSULTRA.com, Medan-Keikutsertaan Sekda dan beberapa Kadis untuk mendampingi Wali Kota Kendari, dr. Hj. Siska Karina Imran di acara Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVIII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) di Kota Medan terkesan pemborosan anggaran. Sabtu (4/7).
Ditengah pengetatan anggaran (efisiensi) yang selalu menjadi jargon paling jitu kepala daerah dalam mengelola anggaran, justru berbanding terbalik saat diimplementasikan di lapangan.
Pertanyaannya, apakah Sekda dan Kadis melekat jadi pembantu Wali Kota (ART). Semestinya, pembantu Walik Kota melekat yang mengurus keseharian Wali Kota.
Sedangkan yang menjadi tupoksi Sekda Kota adalah membantu Wali Kota dalam menyusun kebijakan dan sinkronisasi pelaksanaan tugas perangkat daerah dalam hal ini dinas atau badan, pelayanan administratif, serta pembinaan aparatur sipil negara di lingkungan pemerintah kota.
Jika mengacu pada tupoksi jabatan Sekda maka tidak dibenarkan pejabat administrasi daerah juga hadir dalam kegiatan tersebut yang mengakibatkan pembiayaan.
Sehingga, yang patut hadir dalam kegiatan Rakernas APEKSI di Kota Medan, Provinsi Sumatra Utara adalah Wali Kota atau Wakil Wali Kota, bukan Sekertaris Daerah (Sekda) ataupun para Kepala Dinas (Kadis). Ataukah sekaligus acara tour/piknik dengan menguras anggaran APBD?
Sebagai informasi, perhelatan akbar tahunan yang digelar di Kota Medan itu akan dihelat dari Ahad, 28 Juni hingga Sabtu 4 Juli 2026. Acara ini resmi dibuka oleh Wakil Menteri Dalam Negeri RI, Bima Arya Sugiarto.
Kehadiran Wali Kota Kendari, dr. Hj. Siska Karina Imran dalam forum nasional ini mempertegas komitmen Pemerintah Kota Kendari untuk terus bersinergi, bertukar inovasi, serta menyelaraskan kebijakan pembangunan demi kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat ibu kota Provinsi Sulawesi Tenggara. (RED)





Komentar