SOROTSULTRA.com, Sultra-Pejuang Yang Mulia (PYM) La Ode Hasanuddin Kansi (LHK) geram ketika mendengar kabar bahwa Gubernur Sulawesi Tenggara ASR akan diberikan gelar adat Muna sebagai bentuk penghargaan yang di rencanakan oleh beberapa organisasi yang mengatasnamakan Muna. Rabu (3/6).
PYM LHK menilai bahwa wacana tersebut merupakan pembunuhan karakter terhadap adat Muna yang merupakan warisan leluhur yang dijaga dan dirawat dengan baik selama ini oleh masyarakat Muna.
Dengan adanya wacana tersebut, PYM LHK mengajak Bupati Muna Barat, Darwin selaku Ketua Lembaga Budaya Muna (LBM) dan tokoh-tokoh Muna lainya untuk bersama menolak hal tersebut demi menjaga marwah dan nama baik adat Muna.
PYM LHK menambahkan, rencana pemberian gelar kehormatan kepada seseorang itu adalah bentuk pengakuan masyarakat Muna pada orang yang telah berjasa dan punya andil terhadap Muna. Pertanyaannya, apa yang ASR telah berikan di Muna selama jadi gubernur?
“Masih ada orang Muna yang harus kita angkat dan akui serta wajib di beri gelar adat Muna. Pertama, La Ode Kaimuddin (alm). Kedua, Ir. Ridwan Bae. Kenapa gelar adat kita mau diberi sama orang lain?,” tanyanya.
Maka dari itu, PYM LHK mengajak seluruh masyarakat Muna untuk bersama menolak wacana pemberian gelar adat Muna kepada Gubernur Sulawesi Tenggara, ASR. Walaupun, langkah tersebut dibahas melalui musyawarah adat yang digelar oleh Ketua Dewan Penasehat LAW, Paduka Yang Mulia (PYM) La Ode Riago, SH, bersama unsur pengurus LAW, Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Muna, serta Komunitas Pemerhati Budaya Muna (Kambawuna).
“Memang wacana pemberian gelar adat tersebut merupakan tindak lanjut hasil musyawarah formatur Lembaga Budaya (LBM) Muna bersama Ketua Dewan Penasehat Lembaga Adat Wuna. Tapi disisi lain, adat Muna tidak boleh diberikan pada sembarang orang. Apalagi orang tersebut dari luar daerah Muna. Jangan karena kepentingan segelintir orang tertentu yang punya agenda/kepentingan politik kemudian mengatasnamakan masyarakat dan adat Muna dalam pemberian (menjual) gelar Muna,” tegasnya. (RED)









Komentar