SOROTSULTRA.com, Sulawesi Tenggara-Beberapa waktu yang lalu, Gubernur ASR berkunjung ke Rumah Sakit Bahteramas. Dalam kunjungan itu, Gubernur ASR meminta kepada Direktur RSUD Bahteramas dr. Sukirman agar pembangunan rumah sakit itu dapat segera dimulai. Sabtu, 4 April 2026.
Ambisi Gubernur ASR membangun gedung baru RSUD Bahteramas segera diwujudkan dalam rangka meningkatkan kualitas layanan rumah sakit milik pemerintah daerah tersebut.
“Upayakan, pembangunannya dapat dilakukan tahun ini. Gedung ini akan menjadi pusat pelayanan rumah sakit,” pinta Gubernur ke Direktur RSUD, dr. Sukirman, Ahad, 8 Maret 2026.
Gedung baru yang akan dibangun vertikal setinggi delapan lantai itu dimaksudkan untuk meningkatkan layanan rumah sakit, baik dari sisi kuantitas yakni peningkatan daya tampung pasien maupun kualitas pelayanan berupa penambahan peralatan-peralatan medis canggih.
“Pasien-pasien dengan kondisi berat nantinya tidak harus dirujuk ke rumah sakit yang ada di daerah lain hanya karena keterbatasan peralatan dan fasilitas penunjang,” ujarnya.
Masih terngiang pada bulan Desember tahun 2025 lalu, Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) tetap paksakan pembangunan stadion Lakidende dengan anggaran jumbo 77 miliar rupiah melalui Dinas Cipta Karya dan Bina Konstruksi.
Apakah, program-program pembangunan Gubernur ASR saat ini hanya mengedepankan proyek-proyek insfrastruktur yang menghabiskan anggaran besar APBD?
Jika demikian, maka Gubernur ASR tidak lagi membangun berdasarkan kepentingan masyarakat Sulawesi Tenggara, akan tetapi, membangun untuk kepentingan segelintir orang untuk mencari keuntungan.
Apalagi, yang dikeluhkan masyarakat adalah buruknya layanan RS Bahteramas yang kerap merugikan pasien. Maka rencana pembangunan gedung 8 tingkat RS Bahteramas tidak mendesak dan perlu. Sementara masih banyak program-program pro rakyat yang seharusnya segera dilaksanakan demi tercapainya visi misi semasa kampanye dan untuk kepentingan dan kebutuhan mendasar masyarakat Sulawesi Tenggara.
Mestinya, Gubernur ASR maksimalkan sarana yang tersedia dan pelayanan untuk pasien. Bukan malah membangun gedung berlantai 8 yang membutuhkan anggaran ratusan miliar rupiah, belum lagi kelengkapan ruangan dll. Dan kita ketahui bersama bahwa anggaran tahun 2026 berkurang 1 triliun rupiah dari tahun 2025 lalu.
Dari 8 program yang dijanjikan semasa kampanye, pasangan ASR-Hugua hanya melaksanakan 4 program prioritas yakni kesehatan, pendidikan, infrastruktur, dan ketahanan pangan. Lalu, 4 program unggulan lainnya?
Berikut 8 program unggulan ASR-Hugua yakni SAMUDRA (Semua Mudah Dapat Kerja), SATRIA KEPULAUAN (Satu Triliun Anggaran untuk Kepulauan), SETARA (Seratus Juta Asuransi untuk Petani Sultra), SPORTIKA (Sport Center Tiap Kota dan Kabupaten), JAMA’AH (Jalan Mulus Antar Wilayah), PENGGARIS (Perlengkapan dan Seragam Sekolah Gratis), MANTU (Modal Usaha untuk Ibu-Ibu), dan LARIS (Layanan Ambulans Darat dan Laut Gratis). (RED)









Komentar