SOROTSULTRA.com, Sultra-Hari Jumat, 20 Februari 2026 genap satu tahun kepemimpinan Gubernur Provinsi Sulawesi Tenggara, Mayjen TNI (Purn.) Andi Sumangerukka, S.E., M.M., pasca dilantik oleh Presiden Indonesia Prabowo Subianto pada 20 Februari 2025 lalu di Istana Negara, Jakarta. Rabu (18/2).
Dalam kurun waktu satu tahun kepemimpinan ASR yang mengusung tagline “Maju Bersama.” dengan delapan program unggulan seperti SAMUDRA (Semua Mudah Dapat Kerja), SATRIA KEPULAUAN (Satu Triliun Anggaran untuk Kepulauan), SETARA (Seratus Juta Asuransi untuk Petani Sultra), SPORTIKA (Sport Center Tiap Kota dan Kabupaten), JAMA’AH (Jalan Mulus Antar Wilayah), PENGGARIS (Perlengkapan dan Seragam Sekolah Gratis), MANTU (Modal Usaha untuk Ibu-Ibu), dan LARIS (Layanan Ambulans Darat dan Laut Gratis).
Pertanyaannya, apa saja yang sudah dicapai dalam satu tahun pemerintahan ASR terhadap program kerakyatan dan janji kapanyenya?
Sebagai catatan, untuk tahun 2025, pertumbuhan ekonomi, pengangguran, kemiskinan, lapangan kerja, pendidikan, kesehatan, pemerataan pembangunan, keterbukaan informasi publik, upaya penegakan hukum, perbaikan menajeman dan penempatan pejabat (reformasi birokrat) dan lainnya sudah dijalankan ataukan masih sebatas janji yang tak berujung?
Belum lagi janji pembangunan wilayah kepulauan dengan alokasi satu triliun per tahun. Selain itu, di sektor sosial politik, keamanan dan ketertiban, pertambangan dan lingkungan hidup dan kehutanan apakah sudah dijalankan?
Pekerjaan rumah yang masih menggunung terus menggerogoti pemerintahan Gubernur ASR. Alih-alih bergandengan tangan untuk mewujudkan itu semua, malah pasangan pemenang Pilkada serentak tahun 2024 lalu ini justru diterpa ketidakharmonisan dalam menakhodai pemerintahan dengan julukan bumi Anoa.
Menurut data dari Kementerian Keuangan RI, terjadi penurunan dana transfer pusat ke daerah sebesar Rp984,58 miliar, setara dengan 43,15 persen, jika dibandingkan dengan tahun 2025. Kondisi ini memaksa Pemprov Sultra untuk melakukan penyesuaian anggaran di berbagai sektor.
“Meskipun ada beberapa sektor yang terpaksa tidak dapat dianggarkan tahun depan, saya ingin menekankan bahwa pelayanan dasar untuk masyarakat tidak boleh berkurang,” ujar Gubernur Andi Sumangerukka dalam pernyataan tertulisnya, Ahad (23/11/2025).
Penegasan ini disampaikan oleh Gubernur Sultra, Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, menyusul pengumuman terkait pemangkasan anggaran pusat yang berdampak besar pada APBD Sultra, dalam Rapat Paripurna DPRD Sultra saat menyerahkan Rancangan KUA serta PPAS 2026.
“Pemprov Sultra akan menghadapi tantangan fiskal yang cukup berat di tahun anggaran 2026. APBD Sultra akan mengalami penurunan drastis, mencapai 43,15 persen dibandingkan dengan tahun 2025,” ungkapnya.
Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga Sultra, Pahri Yamsul menjelaskan bahwa perbaikan jalan strategis antarwilayah telah mencapai total panjang 36 kilometer dari sepuluh ruas jalan yang menjadi target tahun 2025, delapan di antaranya telah rampung.
“Dari sepuluh ruas yang ada tahun ini, delapan sudah selesai, tinggal dua ruas yang belum, yakni batas Kendari-Konsel dan Simpang Tiga Bubur Ronta,” ungkap Pahri saat ditemui usai melakukan pemantauan proyek jalan di Kendari, Senin (7/10/2025).
Maka bisa disimpulkan, dalam kurun 1 tahun kepemimpinan ASR hanya infrastruktur yang berhasil dijalankan. Lalu, program-program prioritas lainnya yang menyentuh ke masyarakat kenapa belum di jalankan dan mulai kapan akan diwujudkan?
Karena program pemerintah pusat yang menjadi asta cita dari Presiden Prabowo Subianto tidak bisa dijadikan dasar apalagi di klaim sebagai pencapaian. Jangan sampai publik menilai pemerintahan ASR hanya pencitraan saja tanpa prestasi. (RED)









Komentar