Dugaan Penelantaran Pasien di RS Tiara Sentosa, LM Bariun: Hanya Miskomunikasi

Kendari, Sorotsultra.com-Ketua Badan Pengawas Rumah Sakit (BPRS) Provinsi Sulawesi Tenggara, Dr. LM Bariun mengatakan, pihaknya tidak menemukan indikasi dugaan penelantaran pasien di RS Tiara Sentosa seperti yang diberitakan di media.

Hal itu dijelaskan Dr. LM Bariun saat berkunjung di RS Tiara Sentosa bersama pengurus BPRS Sultra pada Rabu (27/10/2022) siang. Kunjungan tersebut dalam rangka memastikan kebenaran informasi tentang dugaan penelantaran pasien balita yang diduga menderita penyakit ginjal akut.

“Kami melakukan kunjungan di RS Tiara Sentosa untuk melakukan cek dan ricek serta mencari fakta yang sebenarnya, sehingga terjadi klarifikasi dari pihak rumah sakit,” ucap LM Bariun kepada Sorotsultra.con, Jumat (28/10/2022).

Dari hasil klarifikasi pihak RS Tiara Sentosa maupun temuan-temuan secara mendalam di lapangan, pihaknya tidak menemukan bukti adanya dugaan penelantaran pasien.

“Pemeriksaan secara mendalam itu kami lakukan mulai dari memeriksa resepsionis adimistrasi masuknya pasien, tindakan pertama pihak RS Tiara Sentosa, dokter yang menangani, penyakit yang diderita sesuai rekam medis, pemilik RS Tiara Sentosa, CCTV rumah sakit. Maka kesimpulannya tidak ada masalah, semua telah dilakukan sesuai SOP,” jelasnya.

Baca Juga :  Pemkot Kendari Dorong SKPD Terapkan Tanda tangan Elektronik, Untuk Maksimalkan Pelayanan Kepada Masyarakat

Untuk itu, Bariun memastikan dugaan penelantaran pasien balita seperti yang disebutkan di media, pemicunya hanya miskomunikasi saja antara petugas RS Tiara Sentosa dan pihak keluarga pasien.

“Bukan penelantaran, yang sebenarnya terjadi adalah karena ada peralihan ruangan, mulanya pihak keluarga memilih ruang kelas III tapi kemudian memilih lagi ruangan VIP. Jadi disitu yang bikin lama karena ada biaya yang disebutkan, sehingga keluarga pasien meminta waktu untuk menghubungi omnya pasien terlebih dahulu. Dan kami pastikan tindakan medis terhadap pasien sudah dilakukan sesuai Standard Operating Procedure atau prosedur operasi standar (SOP),” terangnya.

Lebih lanjut Direktur Pasca Sarjana Unsultra ini menjelaskan, berdasarkan hasil rekam medis RS Tiara Sentosa, balita tersebut tidak menderita penyakit gagal ginjal akut, namun hanya diare disertai demam.

“Tadi kita minta rekam medisnya, dan ternyata penyakitnya itu diare disertai demam bukan gagal ginjal akut. Alhamdulillah setelah dilakukan perawatan, anak tersebut semakin membaik dan saat ini sudah kembali ke rumahnya,” ujarnya memungkasi. (RED)

Berita Terkait