SOROTSULTRA.com, Konsel-Warga masyarakat Desa Lalobao, Kecamatan Andoolo, Kabupaten Konawe Selatan mendatangi Mapolda Sulawesi Tenggara untuk melaporkan PT Kilau Indah Cemerlang atas dugaan penyerobotan lahan dan pengrusakan tanaman mereka.
Seperti yang diungkapkan salah satu perwakilan warga bernama Erwin, ia mengatakan, mereka hadir di Polda Sultra untuk melaporkan pihak PT KIC.
“Kami sebelumnya sudah melaporkan persoalan ini ke Polsek Andoolo, kemudian ke Polres Konsel tapi tidak ada tindak lanjut, karena tidak ada kepastian hukum maka kami ke Polda dengan harapan bisa ada titik terang,” harapnya.
Erwin menceritakan, awal mula dugaan penyerobotan tanah dan tanaman milik warga oleh PT KIC terjadi pada tahun 2020 lalu.
“Tanah kami diserobot dan tanamannya dirusak oleh PT Kilau Indah Cemerlang (KIC) sejak tahun 2020. Di tahun itu juga kami sudah melaporkan ke Polsek Andoolo tapi tidak ada tindak lanjut sehingga kami menyurat ke bupati yang pada saat itu masih dijabat Bapak Surunuddin Dangga, dan setelah didudukkan kami dipertemukan dengan PT KIC dengan kesepakatan bahwasanya perusahaan harus mengganti tanaman yang telah mereka rusak dan bertanggung jawab atas penyerobotan lahan kami secara semena-mena,” ujarnya. Rabu, 18 Juni 2025.
Erwin mengaku kesal karena pihak PT KIC tidak komitmen menjalankan kesepakatan ganti rugi.
“Kesepakatan dalam mediasi tahun 2020 lalu hingga detik ini belum direalisasikan. Ini kan namanya pengingkaran secara sepihak.
Bahkan, tambah Erwin, di tahun 2024 tepatnya 30 September pihak perusahaan kembali melakukan penyerobotan lahan kami yang kedua kalinya.
“Ini luar biasa. Mereka belum menunaikan kesepakatan tahun 2020 malah perusahaan kembali berulah, dan baru-baru ini sebelum Hari Raya Idul Adha tahun 2025 perusahaan kembali melakukan penggusuran untuk kali ketiga,” pungkasnya.
Dikonfirmasi terpisah, manajer PT KIC, Nohan belum memberikan penjelasan atas pertanyaan wartawan SOROTSULTRA.com terkait dugaan penyerobotan lahan dan pengrusakan tanaman warga Desa Lalobao tahun 2020 lalu yang dikirimkan melalui pesan WhatsApp pada Jumat, 20/6/25/ sore.
“Sebentar ya. Saya masih ada meeting,” ujar Nohan.
Kemudian, wartawan media ini kembali mengkonfirmasi melalui pesan WhatsApp pada Senin, 23/6/25 siang, juga belum ada jawaban hingga berita ini diterbitkan. (RED)






Komentar