Kasus Kematian Muh Mudatsir, Polisi Periksa 4 Saksi

SOROTSULTRA.com, Sultra-Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra) terus mendalami kasus kematian Muh Mudatsir (Baim). Sebanyak empat orang saksi telah diperiksa.

Kepala Bidang Humas Polda Sultra melalui Paur Mitra Subbid Penmas, Ipda Hasrun, mengungkapkan bahwa hingga saat ini penyidik telah memeriksa empat orang saksi guna mengungkap fakta di balik peristiwa tersebut.

“Sudah ada empat orang saksi yang sudah diperiksa,” ujar Ipda Hasrun saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Selasa (14/4/2026).

Meski demikian, pihak kepolisian masih akan melakukan pemeriksaan terhadap satu saksi lainnya. 

“Masih ada satu saksi lagi yang belum diperiksa dengan alasan masih sibuk dengan pekerjaan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Ipda Hasrun menyampaikan bahwa setelah seluruh saksi diperiksa, penyidik akan melanjutkan proses dengan gelar perkara untuk menentukan langkah hukum berikutnya.

“Rencana selanjutnya akan dilakukan gelar perkara yang akan melibatkan Satlantas Polres Kendari,” tambahnya.

Seperti diketahui, korban almarhum Muh Mudatsir (Baim) ditemukan tergeletak diatas trotoar di jalan Brigjen M. Yunus by Pass Kota Kendari pada Sabtu 14 Februari 2026. Korban kemudian dilarikan ke RS Bhayangkara namun nyawa korban tidak bisa diselamatkan. 

Baca Juga :  Polda Sultra Gelar Rekonstruksi Kasus Penganiayaan yang Melibatkan Anggota DPRD Wakatobi LT

Bagi keluarga, kematian almarhum Muh Mudatsir (Baim) terus menyisakan tanda tanya peristiwa yang merenggut nyawa korban. Menurut kerabat korban bukanlah murni kecelakaan lalu lintas, melainkan diduga kuat akibat tindak penganiayaan berat.

Atas dasar itu, orang tua baim, Amrain, S.Pd. resmi melaporkan kasus tersebut ke Polda Sulawesi Tenggara pada Rabu (4/3/2026).

Amrain menegaskan, keluarga menemukan sejumlah kejanggalan yang tidak sesuai dengan dugaan kecelakaan tunggal sebagaimana sempat beredar informasi.

“Kami dari pihak keluarga sangat berharap Polda Sultra bisa mengungkap kematian almarhum baim secara terang benderang,” pintanya (RED) 

Komentar