SOROTSULTRA.com, Kendari-Ketua RW 05 Kelurahan Anawai, Mirkas menduga pernyataan Plt. Kadis PUPR Kota Kendari terkesan hanya untuk membela diri atas pernyataan sebelumnya di salah satu media.
Menurutnya, klarifikasi Muh. Jayadi, S.E., M.Si., terkait banjir di Jalan Tunggala (Baito), tidak memahami fakta dan terkesan melindungi dampak dari aktivitas pembangunan perumahan di wilayah tersebut.
”Lumpur kiriman yang selama ini merendam jalan raya dan rumah-rumah warga berasal dari lokasi pembangunan perumahan sejumlah developer,” jelasnya.
Anehnya, Pemerintah Kota Kendari justru terkesan tak ada tindakan tegas terhadap para developer atas dampak pembukaan lahan secara masif sehingga menyebabkan terjadinya banjir.
”Aneh juga ini Plt Kadis PUPR, pernyataannya di salah satu media online, tidak ada satu kata pun yang menyinggung soal kontribusi aktivitas pembangunan perumahan yang masif terhadap terjadinya banjir yang selama ini kami rasakan,” tegas Mirkas mempertanyakan.
Mirkas menilai, hal itu menunjukkan Plt. Kadis PUPR Kota Kendari tak mengetahui fakta lapangan dan cenderung melindungi developer nakal.
”Patut dipertanyakan, kenapa Plt. Kadis PUPR Kota Kendari ini terkesan mau melindungi para developer. Seharusnya kan ada langkah tegas dari pemerintah Kota Kendari, sehingga ada langkah antisipasi dari para developer untuk mencegah terjadinya banjir,” ungkapnya.
Seharusnya, lanjut Mirkas, Pemkot Kendari menindak tegas developer nakal yang masih enggan membuat kolam retensi. Sebab, sampai saat ini belum ada juga satu pun developer yang membuat kolam retensi, padahal aktivitas pembukaan lahan dan pembangunan perumahan kian masif.
Tak hanya itu, Mirkas juga menyentil Plt. Kadis PUPR yang tidak turun langsung ke lapangan, dan hanya menyuruh bawahannya saja.
”Ibu Wali dan pak Wawali sudah menunjukkan contoh yang baik dengan turun langsung ke lapangan meninjau banjir, tapi ini sekelas kepala dinas malah hanya mengutus bawahannya, lalu menunggu laporan dan berbicara sembarang di media. Makanya, Pit. Kadis PUPR Kota Kendari ini harus dievaluasi kinerjanya,” pungkasnya. (RED)










Komentar