Polda Sultra Musnahkan Sabu 6.268,8038 Gram dan Ganja 958,63 Gram, Wakapolda: Ancaman Serius bagi Generasi Muda

SOROTSULTRA.com, Sultra-Sebanyak 6.268,8038 gram sabu dan 958,63 gram ganja di musnahkan pagi tadi, Rabu (4/3/2026), hasil pengungkapan Direktorat Reserse Narkoba Polda Sultra periode Desember 2025 hingga Januari 2026.

Kegiatan pemusnahan tersebut digelar di depan Tribun Presisi Polda Sultra yang dipimpin langsung oleh Wakapolda Sultra, Brigjen Pol Dr. Gidion Arief Setyawan, S.H., S.I.K., M.Hum.

Pemusnahan barang bukti ini merupakan hasil pengungkapan tiga kasus narkotika dari empat orang tersangka. Dari kasus-kasus tersebut, aparat berhasil menyita narkotika jenis sabu seberat 6.268,8038 gram serta ganja seberat 958,63 gram, yang selanjutnya dimusnahkan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku dengan menggunakan incenerator dari BPOM Kendari.

Dalam sambutannya mewakili Kapolda, Brigjen Gidion menegaskan bahwa narkoba merupakan ancaman nyata terhadap keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di Sulawesi Tenggara.

“Peredaran narkotika tidak hanya merusak tatanan sosial, tetapi juga menghancurkan generasi muda yang seharusnya menjadi aset utama pembangunan bangsa,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa narkoba merupakan ancaman serius terhadap masa depan bangsa, karena dampaknya yang luas mulai dari kesehatan, kriminalitas, hingga stabilitas sosial.

Baca Juga :  Benchmark Galaxy Note 8 Terkuak, Bersenjatakan Snapdragon 835

“Polda Sultra berkomitmen untuk terus meningkatkan upaya pemberantasan narkotika melalui penegakan hukum yang tegas serta kerja sama lintas instansi,” ujarnya.

Wakapolda menambahkan, jumlah barang bukti yang dimusnahkan menunjukkan bahwa peredaran narkoba masih berada pada tahap yang sangat serius dan membutuhkan perhatian bersama.

“Dari hasil pemusnahan tersebut, diperkirakan sebanyak 63.647 jiwa berhasil diselamatkan dari potensi penyalahgunaan narkotika. Saya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif dalam memerangi narkoba demi menyelamatkan generasi muda dan menjaga masa depan Sulawesi Tenggara,” pungkasnya. (RED)

Komentar