Satgas TMMD Bersama Dinas Pengendalian Penduduk Dan KB, Gelar Sosialisasi Dan Pelayanan KB

Konawe. Sorot sultra.Com – Satuan Tugas (Satgas) Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-104 TA 2019 Kodim 1417/Kendari, menggelar pelayanan Keluarga Berencana (KB), bekerjasama dengan Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Konawe. Kamis, 14/3/2019.

Masyarakat terlihat antusias sekali, terlihat sejak pukul 09.00 wita, sudah berbondong-bondong mendatangi lokasi kegiatan pada Kantor Kecamatan Anggotoa, guna melakukan pemasangan alat kontrasepsi.

Daud Sirupa, SE. M.Si, Sekretaris Dinas Pengandalian dan Keluarga Berencana Kabupaten Konawe mengatakan bahwa, selain melakukan penyuluhan, pihaknya juga bersosialiasi lewat media, yakni melalui pemutaran film tentang KB.

“Pemutaran film ini untuk meyakinkan kepada calon akseptor yang ingin melakukan pemasangan alat KB sehingga ada ketertarikan. Setelah pemutaran film, hari ini kami melakukan pelayanan KB,” ucapnya.

Dikatakannya, ada dua jenis alat kontrasepsi yang disediakan di Kantor Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), yaitu kontrasepsi jangka panjang, seperti IUD, sebuah alat kontrasepsi berukuran kecil, sering berbentuk T, serta yang jangka pendek misalnya suntikan.

“Kontrasepsi jangka panjang meliputi implan atau IUD yang mengandung tembaga, serta levonorgestrel yang dimasukkan ke dalam rahim. Adapun jenis jangka pendek, meliputi suntikan, dengan menggunakan pil, serta menggunakan kondom,” jelasnya.

Baca Juga :  Sidang Kedua Kasus Pembunuhan Presenter TVRI Sultra, JPU Hadirkan 2 Saksi

Ia juga mengungkapkan, sejauh ini masyarakat Kecamatan  Anggotoa yang sudah melakukan KB masih rendah dibandingkan dengan kecamatan yang ada di Kabupaten Konawe lainnya. Namun demikian, pihaknya akan terus melakukan sosialisasi untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait penggunaan KB.

“Setelah kami melakukan persentase, memang Kecamatan Anggotoa masih termasuk rendah, karena baru mencapai 50 persen, sehingga kami membuat kegiatan Kampung KB, untuk menaikkan persentasenya. Kita lihat interfensinya, mana yang terendah pencapaiannya, maka kami pasti turun ke lokasi tersebut,” paparnya.

Sementara itu, Yeni Andriani (35), salah satu warga Desa Nario Indah, Kecamatan Anggotoa, mengemukakan tujuan dirinya mengikuti pelayanan kali ini, untuk mendapatkan penyuntikan KB, agar bisa menunda kehamilannya.

“KB ini juga sangat bermanfaat bagi kami, karena mampu menjaga jarak kehamilan. Saya juga mengucapkan banyak terimakasih kepada TNI, khususnya Satgas TMMD ke-104 yang sudah melaksanakan kegiatan pelayanan KB ini”, ungkapnya. (RED)  

Komentar