oleh

Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 725/Wrg Bantu Selesaikan Permasalahan Pembakaran Sebuah Camp Milik Warga

Papua. Sorot Sultra.Com – Satuan Tugas Pengamanan perbatasan Yonif 725/Woroagi yang berada di Pos Yuruf pimpinan Lettu Inf. Herman, menerima laporan dan membantu menyelesaikan permasalahan pembakaran Camp, yang dilakukan oleh salah seorang warga di Kampung Jifangri, Distrik Yaafi, Kabupaten Keerom. Kamis, 14/3/2019.

Menurut pengakuan warga, kejadian ini berawal dari salah seorang warga/pelaku berinisial R (28), yang dalam keadaan kesal dan marah, tega melakukan pembakaran terhadap sebuah Camp miliki Jayadi (37), seorang pekerja operator senso. 

Jayadi yang tidak mengetahui apa-apa dan baru pulang berkerja dalam hutan tiba-tiba melihat Camp-nya telah hangus terbakar oleh si jago merah. Melihat hal tersebut, Jayadi kemudian mendatangi Pos Yuruf dan melaporkan kejadian yang menimpanya tersebut kepada Letnan Herman selaku komandan pos.

Menyikapi hal tersebut, Letnan Herman bersama 7 orang anggotanya mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk melihat kondisi Camp Sdr. Jayadi yang terbakar. Dalam Camp itu juga, terdapat sebuah mesin Senso dan 2 (Dua) buah HP, serta pakaian dan barang-barang berharga lainnya yang habis terbakar.

Baca Juga :  Terobosan Baru Satgas TMMD 104, Sebagai Wujud Bhakti TNI Ditengah Masyarakat

Setelah mendatangi TKP, Letnan Herman bersama dengan Korban, menuju Kampung Jifangri guna melaporkannya ke kepala desa, serta untuk mempertemukannya dengan pelaku. Harapannya agar bisa dicarikan solusi dari permasalahan tersebut, dengan cara kekeluargaan dan musyawarah, sehingga tercipta rasa keadilan bagi kedua belah pihak dan damai tanpa adanya perselisihan lanjutan.

Hal tersebut disambut baik oleh Kepala Desa maupun Kepala Kampung Jifangri. Pelaku bersama keluarganyapun meminta maaf kepada Korban, dan sepakat untuk mengganti kerugian yang ditimbulkan.

Korban pun menerima tawaran tersebut, dan mau memaafkan pelaku. Selain itu, pihak keluarga pelaku mengakui kalau anaknya memang mengalami gangguan, serta sering membuat onar pada warga kampung lainnya. 

Kepala Kampung Jifangri Agus Sabiak (54), mengucapkan banyak terima kasih kepada TNI, khususnya anggota Pos Yuruf yang datang dan membantu menyelesaikan permasalahan tersebut.

“Kami sangat berterima kasih kepada Bapak TNI yang mau membantu menyelesaikan masalah ini sehingga tidak terjadi keributan dan diselesaikan dengan damai dan mencapai kesepakatan,” ungkapnya.

Komandan Satgas Yonif 725/Woroagi, Letkol Inf. Hendry Ginting S, S.I.P, mengatakan, “Ini adalah salah satu tugas anggota Satgas Yonif 725/Woroagi, disamping melaksanakan tugas pengamanan perbatasan, juga harus dapat menyelesaikan suatu perkara, permasalahan, atau konflik yang ada ditengah masyarakat,” ujarnya.

Baca Juga :  Kapolda Mengajak Mendoakan Anggota TNI yang Hilang di Papua

“Dalam menyelesaikan permasalahan, tidak perlu dengan amarah ataupun kontak fisik, karena setiap prajurit, harus bisa mengamalkan 8 wajib TNI. Dengan kita bermusyawarah dan kekeluargaan, bisa menyelesaikan permasalahan, tanpa adanya hal-hal yang tidak kita inginkan ataupun kerugian dari kedua pihak. Cara pemecahan masalah dengan jalan musyawarah inipun, merupakan ciri dan budaya masyarakat Indonesia yang berdasarkan Pancasila”, Lanjutnya. (Ka.Pndm/RED)

Komentar

Berita Terkait