Tambang Pasir Ilegal di Nambo Kembali Beroperasi, Pj Gubernur Sultra Diminta Evaluasi Kinerja Pj Wali Kota Kendari

Kendari, Sorotsultra.com-Aktivitas penambangan pasir ilegal di Kelurahan Nambo, Kecamatan Nambo, Kota Kendari kembali dilakukan pada Ahad, 24 September 2023, Selasa (26/9).

Kejahatan pertambangan dalam mengeruk pasir Nambo secara ilegal ini ditengarai sengaja dibiarkan, kebal hukum dan dilindungi. Pihak-pihak yang memiliki kewenangan untuk menghentikan seluruh aktivitas penambangan pasir Nambo dibuat tak berdaya.

Harusnya Pemkot Kendari, DPRD Kota Kendari, Polda Sulawesi Tenggara, Kejaksaan Tinggi Sultra tegas menegakan aturan atas pelanggaran pidana penambangan ilegal pasir Nambo.

Bahkan dinas terkait secara tegas telah menyatakan bahwa seluruh aktivitas tambang pasir di Kelurahan Nambo ilegal.

Sehingga, kembalinya aktivitas penambangan pasir di Nambo pernyataan dan rekomendasi DPRD Kota Kendari pada masyarakat bahwa ilegal tidak ada eksekusi dari Pj Wali Kota dipertanyakan, ada apa?

Maka kesimpulan sementara ada keistimewaan dan pembiaran bahkan sokongan benar adanya. Yang artinya sama saja pembiaran hal itu ditandai dengan aktivitas pengerukan pasir secara ilegal masih berlangsung.

Sumber Sorotsultra.com mengaku sebelum ada aktivitas penambangan pasir Nambo, telah dilakukan perekrutan karyawan sebanyak 40 orang.

Baca Juga :  Sengkarut Kepemimpinan Ketua Aspeklur Kota Kendari, Maluadi Poto: Ini Organisasi Bonafid

“Iya, ada penerimaan karyawan. 11 orang dari Nambo sisanya dari luar Nambo,” jelasnya saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Jumat (22/9).

Terpisah, warga Nambo inisial ZH mengaku heran dengan aktivitas penambangan pasir Nambo.

“Rekomendasi yang telah dikeluarkan oleh DPRD Kota Kendari dan Pemkot Kendari yang menyatakan penambangan pasir Nambo ilegal belum ada kepastian,” tanyanya saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Senin (25/9) malam.

“Sungguh mengherankan, rekomendasi DPRD Kota Kendari dan Pemkot Kendari hasilnya tidak ada, bahkan terkesan melakukan pembiaran dan mau menutupi,” ucapnya memungkasi. (RED)