SOROTSULTRA.com, Kendari-Dugaan cawe-cawe dalam pemilihan Rektor Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari periode 2025-2029 inisial AKRI mencuat. Seharusnya pemilihan rektor adalah proses memilih pemimpin tertinggi sebuah perguruan tinggi dijalankan sebagaimana mestinya tanpa ada tendensi kepentingan sesaat. Rabu (2/4/2025).
Adanya kecenderungan untuk meloloskan kepentingan perseorangan demi tercapainya keinginan untuk menduduki kursi jabatan tertinggi di kampus bergengsi di Kota Kendari itu sungguh-sungguh akan mencederai proses dan tahapan yang sudah dijalankan selama ini.
Lantas dugaan cawe-cawe pemilihan Rektor Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari tahun ini siapa pihak yang paling diuntungkan?
Sejatinya, rektor memiliki peran yang sangat penting. Rektor bertugas mengatur semua urusan agar perguruan tinggi dapat berfungsi sebagaimana mestinya.
Seorang rektor juga dituntut agar mampu membawa perubahan yang baik bagi lembaga yang dipimpinnya. Karena tugasnya tersebut, proses pemilihan dan pengangkatan rektor tidak bisa dilakukan dengan asal-asalan.
Berdasarkan Peraturan Menteri Riset, Teknologi, Dan Pendidikan Tinggi (Permenristekdikti) Nomor 19 Tahun 2017 dan Nomor 21 Tahun 2018, tahapan pengangkatan rektor perguruan tinggi negeri dimulai dengan penjaringan bakal calon oleh senat. Pada tahap pertama ini dihasilkan paling sedikit 4 bakal calon rektor.
Tahapan kedua adalah penyaringan calon. Bakal calon yang dihasilkan dari tahap sebelumnya akan menyampaikan visi, misi, dan program kerjanya dalam rapat senat terbuka.
Selanjutnya, senat akan mengadakan rapat tertutup untuk menetapkan 3 calon rektor dan menyampaikannya kepada menteri. Rapat senat pada tahap kedua ini dapat dihadiri oleh pejabat kementerian yang ditunjuk oleh menteri. Pejabat tersebut memiliki hak untuk bertanya namun tidak memiliki hak suara.
Setelah mengantongi 3 nama, menteri akan melakukan penelusuran rekam jejak. Apabila terdapat calon rektor yang memiliki rekam jejak tidak baik, maka dilakukan proses penjaringan ulang dan/atau penyaringan ulang. (RED)
Komentar