SOROTSULTRA.com, Sultra-Penjualan, penggabungan saham atau kepemilikan Bank Pembangunan Daerah (BPD) Sultra oleh Bank Jatim menarik perhatian publik.
Bank Pembangunan Daerah (BPD) Jawa Timur dikabarkan resmi menyetor modal ke Bank Sulawesi Tenggara sebesar ratusan miliar rupiah melalui skema Kelompok Usaha Bank (KUB).
Direktur Utama Bank Jatim, Winardi Legowo membenarkan adanya suntikan modal kepada Bank Sultra, dengan skema KUB.
“Proses sudah selesai, tinggal finalisasinya,” ujar Winardi Legowo, di Kendari. Rabu 19 November 2025.
Winardi Legowo mengatakan, skema KUB Bank Jatim bukan hanya di Bank Sultra akan tetapi di sejumlah Bank Pembangunan Daerah (BPD), seperti Bank NTT, NTB, dan Lampung.
Winardi Legowo menjelaskan, jenis saham yang dibeli Bank Jatim dari Bank Sultra adalah saham serie A.
Terpisah, Kepala Divisi Corporate Secretary Bank Sultra, Wa Ode Nurhuma yang ditemui di lokasi kegiatan misi dagang Pemprov Jawa Timur tak bersedia untuk diwawancarai wartawan.
Dilansir dari laman resmi indopremier, disebutkan bahwa jumlah modal yang disetorkan Bank Jatim ke Bank Sultra melalui skema KUB sebesar Rp100 miliar, pada Senin 10 November 2025.
Atas penjualan saham seri A Bank Sultra, Dr. Iskandar Pattih, SE., S.Ti., ME., memberikan pandangannya.
Menurutnya, ada dua hal dalam akuisisi Bank Sultra oleh Bank Jatim, pertama peremajaan manajemen supaya Bank Sultra bisa go public. Konsekuensinya, Bank Sultra harus mempersiapkan SDM yang unggul jika tidak maka akan tergerus oleh waktu dan akan memberikan manfaat sepihak atau secara parsial kepada Bank Jatim.
“Dimana, Bank Jatim akan menambah portofolionya sedangkan Bank Sultra hanya menjadi objek. Olehnya itu, menjadi pembelajaran bagi manajemen Bank Sultra agar lebih mandiri untuk mempersiapkan diri menuju go public. Dari sisi fiskal tentunya mereka akan sharing pendapatan, keuntungan, menyebar kredit dengan baik tapi dengan syarat harus menyiapkan SDM yang unggul secara mandiri sehingga bisa go public dengan manajemen Bank Jatim,” jelasnya.
Kedua, dari sisi keuntungan daerah dengan akuisisi ini Bank Sultra mendapatkan modal, sehingga bisa memperkuat modal Bank Sultra yang diharapkan Bank Sultra bisa lebih sehat, ekspansi bisnis, digitalisasi dan sebagainya. Bank Sultra bisa menggunakan infrastruktur teknologi dan praktik terbaik dari Bank Jatim bisa menurunkan biaya operasional, misalnya layanan digital, manajemen resiko dll.
“Bank Sultra sebagai bank pembangunan daerah bisa memanfaatkan kerjasama ini untuk bisa melakukan ekspansi, diharapkan bisa mendapatkan deviden yang merupakan laba bersih sehingga bisa dimanfaatkan pemerintah daerah. Potensi deviden ini bisa meningkat jika bisa menggunakan kerjasama ini dengan baik, peningkatan profesional dengan bersinergi Bank Jatim untuk peningkatan kapasitas SDM,” ujarnya.
Penjualan saham seri A Bank Sultra ke Bank Jatim dipastikan Bank Sultra butuh/kekurangan dana. Pertanyaannya, bagaimana dengan menejemen dan SDM Bank Sulawesi Tenggara, apa ada jaminan untuk tidak ada Pemutusan Hubungan Kerja (PHK)? (RED)










Komentar