Kepsek SDN Anggawo Konawe Diduga Bangun Rumah di Atas Tanah Warisan Milik Tantenya

SOROTSULTRA.com, Konawe-Sungguh malang nasib seorang lansia di Kecamatan Uepai, Kabupaten Konawe, Provinsi Sulawesi Tenggara bernama Nurmin Tapau. Tanah warisan miliknya diduga dibangun rumah pribadi oleh kemenakannya sendiri.

Nurmin Tapau tidak pernah menyangka apa yang ia alami saat ini. Warisan yang semestinya bisa ia tinggali malah menjadi prahara.

Nurmin Tapau mengungkapkan, tanah tersebut merupakan warisan dari orang tuanya. Warisan tanah itu telah dibagi tiga, dia dan dua saudara kandungnya.

Namun, sejak 12 tahun silam dirinya mulai di soal oleh keluarga sendiri perihal tanah yang menjadi bagiannya.

“Persoalan ini sudah cukup lama. Akan tetapi semakin hari saya merasa di zholimi. Lebih sedihnya lagi yang mengatur persoalan ini adalah kemenakan saya sendiri yang tidak punya hak sama sekali di tanah warisan itu,” ungkapnya dengan nada haru. Jumat (21/11).

Nurmin Tapau menyayangkan sikap arogan yang dipertontonkan oleh kemenakannya itu.

“Anak ini saya sempat susui, saya rawat, eh pas ada jabatannya sebagai kepala sekolah SDN Anggawo, Kecamatan Uepai, justru semena-mena kepada saya,” sesalnya.

Baca Juga :  Semarakkan HPN 2023, Konfederasi Wartawan ASEAN Akan Gelar Dialog Internasional

Padahal, lanjutnya, dia dan kedua saudaranya telah menyepakati ukuran tanah 15×40 meter persegi, namun di tanah tersebut ada makam almarhum bapaknya Tapau dan ibunya Mburi dan kuburan kakaknya Masniah. Sehingga tanah yang menjadi bagiannya tidak utuh seperti dua saudaranya.

“Saya sempat silaturahmi ke rumah kemenakan Rasmadhan bukannya disambut melainkan saya  diusir dan dilarang masuk rumahnya. Karena kesal saya sampaikan bahwa benar ini bukan rumahku tapi ini tanah tempat berdirinya rumahmu adalah tanahku,” ujarnya.

Nurmin secara tegas mengatakan, dia hanya fokus memperjuangkan apa yang menjadi haknya.

“Saya akan tetap memperjuangkan tanah saya,” tutup Nurmin. (RED)

Komentar