SOROTSULTRA.com, Kendari-Warga Kelurahan Puday, Kecamatan Abeli, Kota Kendari, resmi melayangkan surat kepada Wali Kota Kendari yang berisi permohonan evaluasi sekaligus desakan untuk mengganti Lurah Puday, Hasrul, S.Sos., karena dianggap tidak pantas memimpin wilayah mereka.
Dalam surat yang diterima redaksi, warga menilai Hasrul menunjukkan sikap arogan dan merasa kebal terhadap kritik. Ia disebut sering menyebut dirinya sebagai “orang dalam” di lingkaran pemerintahan kota, sehingga enggan menerima masukan dari masyarakat.
“Kami ini warga, seharusnya didengar dan dilayani, bukan malah ditakuti dengan ucapan ‘saya orang dalam, tidak bisa diganggu’. Ini yang membuat kami resah,” ujar seorang warga Puday, yang enggan disebut namanya. Rabu (24/9/2025).
Selain itu, warga juga menyoroti etika komunikasi lurah yang dianggap tidak pantas. Hasrul disebut kerap melontarkan kata-kata kasar dan tidak menunjukkan sikap santun saat berinteraksi dengan warga.
“Pemimpin itu seharusnya jadi teladan, bukan malah berkata kasar di depan masyarakat. Kami merasa tidak dihargai sebagai warga,” ungkap warga lainnya.
Tak hanya soal sikap, warga juga mempersoalkan minimnya transparansi dalam pengelolaan kelompok swadaya masyarakat (KSM) serta proses pembentukan kelompok yang dinilai tertutup dan tidak melibatkan warga secara adil. Hal ini dianggap mencederai semangat gotong royong yang selama ini menjadi kekuatan masyarakat Puday.
“Banyak kegiatan yang kami tidak tahu. Kelompok dibentuk tanpa sosialisasi, dan hanya orang-orang tertentu yang dilibatkan. Ini tidak adil,” kata salah satu perwakilan pemuda setempat.
Warga menilai rangkaian sikap dan kebijakan lurah tersebut telah menimbulkan keresahan sosial dan menurunkan kepercayaan publik terhadap pemerintahan di tingkat kelurahan.
Oleh karena itu, mereka mendesak Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran untuk segera mengambil langkah tegas.
“Kami memohon kepada Ibu Wali Kota agar melakukan evaluasi menyeluruh dan mempertimbangkan pergantian Lurah Puday demi terciptanya pelayanan publik yang bersih, transparan, dan beretika,” tulis warga dalam surat resmi mereka.
Surat tersebut disampaikan sebagai bentuk kepedulian terhadap kemajuan wilayah Puday dan kenyamanan warga dalam berinteraksi dengan aparatur pemerintah. Mereka berharap suara ini menjadi pertimbangan serius pemerintah kota.
Hingga berita ini dirilis, pihak Pemerintah Kota Kendari maupun Lurah Puday belum memberikan tanggapan resmi atas tuntutan warga tersebut. (RED)










Komentar