GMNI Kendari Gelar Dialog Publik, Hadirkan Pegiat Pemilu Nasional, Politisi, Praktisi dan Akademisi

Kendari, Sorotsultra.com-Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) kota Kendari sukses menyelenggarakan kegiatan dialog publik, Sabtu, 8 Juni 2024.

Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka merespon perjalanan demokrasi di bumi Anoa, baik itu pemilu maupun pilkada. Dimana, ada pandangan klise bahwa peran anak muda dan mahasiswa hanya dibutuhkan suaranya tapi tidak dengan gagasannya.

Acara GMNI Kendari Go to Campus ini mengangkat tema “Diskursus Politik, Partisipatif dan Gagasan Strategis pada Pilkada 2024”, yang digelar di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Halu Oleo, Sabtu, 8 Juni 2024 di Kendari.

“Acara ini dilaksanakan untuk memunculkan nuansa baru dalam proses dan perjalanan demokrasi serta pilkada serentak 2024. Ini sebagai bentuk konsolidasi demokrasi, gagasan, platform dan program yang akan kita rekomendasikan kepada pemangku kepentingan,” tegas Rasmin Jaya.

Lebih lanjut dikatakan Rasmin Jaya, dialog tersebut bertujuan untuk mengkonsolidasikan program, gagasan politik yang akan ditawarkan kepada para kandidat serta mendorong partisipasi pemilih dalam mengawal demokrasi yang berkualitas dan substansial.

Baca Juga :  Basarnas Kendari Gelar Pelatihan Potensi SAR Teknik First Aid Tahun 2023

“Kita ingin mendapatkan nuansa yang berbeda dalam menghadapi Pilkada dan Pilgub 2024 ini, bagaimana seluruh kandidat hadir dengan gagasan, dan program serta rekam jejak yang baik agar partisipasi masyarakat dalam berpolitik lebih besar,” ujarnya.

Ia juga membeberkan, kenapa dialog ini diadakan di kampus sebab kampus adalah bersemayamnya akademisi dan masyarakat intelektual yang bisa melahirkan berbagai pemikiran politik, sehingga bisa meminimalisir segala potensi kerawanan Pilkada 2024.

“Menghadapi Pilkada 2024 situasi politik di tengah masyarakat semakin memanas. Apa lagi dunia maya diramaikan dengan berbagai isu tentang politik baik itu figur maupun partainya,” bebernya.

Pengamat Politik Sultra, M. Najib Husein mengatakan, kegiatan dialog politik menuju Pilkada tahun 2024 menjadi sangat penting untuk meningkatkan partisipasi sekaligus mendorong indeks demokrasi semakin lebih baik lagi ke depan.

“Tentu kita semua merasa bertanggung jawab untuk memberikan edukasi politik di seluruh lapisan mahasiswa dan masyarakat, terlebih kegiatan dialog seperti ini sangat penting sekali meskipun minim peminatnya,” katanya.

Salah satu praktisi kepemiluan, L. M. Muhram Naadu menjelaskan, maraknya politik uang menjadi tantangan bagi penyelenggara pemilu. Harapannya pengawasan harus di perketat lagi dengan melibatkan banyak instrumen, sehingga peran dan fungsi kita menjadi sangat terarah.

Baca Juga :  Pemrov Sulawesi Tenggara dan PWI Pusat, Menindaklanjuti Penetapan Tuan Rumah HPN 2022 di Bumi Anoa

“Misalnya dengan membentuk tim, kelompok atau satgas, apa lagi sekarang pola yang digunakan dalam kerja-kerja politik uang sudah menggunakan digitalisasi, sehingga ini yang harus menjadi perhatian bersama,” jelasnya.

Pegiat Pemilu Nasional/Ketua Eksekutif Indonesia Budget Center, Arif Nur Alam mengatakan bahwa memang banyak hal yang menjadi perhatian kita bersama dari sisi perjalanan pilkada. Masih maraknya politik uang, politik identitas dan politik dinasti. Disinilah dibutuhkan instrumen mahasiswa dan pemuda untuk menjadi penyeimbang sekaligus memberikan sosialisasi dan edukasi sampai di seluruh komponen masyarakat.

“Sebagai insan kritis mahasiswa harus melakukan kontrol dan pengawasan terhadap setiap proses politik yang berlangsung termasuk dalam menyongsong Pilkada 2024,” tegasnya.

Terakhir, Ketua DPD Partai Demokrat Sulawesi Tenggara Muh. Endang SA dalam pemaparannya mengatakan, pemilu dan pilkada adalah satu-satunya kedaulatan yang harus di perjuangkan dengan merekomendasikan berbagai wacana program agar di tindaklanjuti oleh eksekutif.

“Sehingga peran dan eksistensi kita harus mengawal dan memastikan kesejahteraan dan keadilan sosial bisa terdistribusi dengan baik secara merata di seluruh komponen masyarakat,” ungkapnya.

Baca Juga :  Gubernur Sultra: Hadirnya Investasi Pertambangan Dapat Meningkatkan Percepatan Pembangunan Daerah

Dalam kegiatan ini narasumber kondang menjadi pemateri antara lain Ketua DPD Partai Demokrat Sulawesi Tenggara Muh. Endang SA, Ketua Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP) Sulawesi Tenggara Muhammad Nasir, Pengamat Politik Sultra/Akademisi FISIP UHO Muh. Najib Husein, Praktisi Kepemiluan/Dosen/Advokat L.M Muhram Naadu, Pegiat Pemilu Nasional/Ketua Eksekutif Indonesia Budget Center Arif Nur Alam. (RED)

Komentar