Ketua Kadin Pusat Apresiasi Pelaksanaan Rapimprov Kadin Sulawesi Tenggara Tahun 2025

SOROTSULTRA.com, Sultra-Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sulawesi Tenggara sukses menggelar Rapat Pimpinan Provinsi (Rapimprov) 2025 pada Rabu, 27/8/25 di Claro Hotel Kendari. Kamis (28/8).

Rapimprov menjadi ruang konsolidasi untuk merumuskan arah kerja, menentukan prioritas utama, sekaligus memperkuat jejaring antara pengusaha, pemerintah, dan pemangku kepentingan terkait di Sulawesi Tenggara.

Rapimprov kali ini mengangkat tema “Sinergitas Kadin Sultra dan Pemerintah Provinsi Sultra untuk Meningkatkan Daya Saing Wilayah Daerah Melalui Penguatan Ekonomi Lokal dan Investasi Menuju Indonesia Emas 2024”.

Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Novyan Bakrie saat ditemui usai menghadiri kegiatan Rapimprov Kadin Sulawesi Tenggara menuturkan, sangat mengapresiasi kegiatan tersebut.

“Luar biasa kegiatannya yang dikomandoi oleh Anton Timbang. Tema kegiatannya benar-benar menunjukkan Kadin merupakan mitra strategis pemerintah daerah,” ujarnya. Rabu sore, 27/8.

Lulusan Global Management Program (GMP), Stanford Graduate School of Business, Amerika Serikat ini menyampaikan pesan dari Presiden Prabowo Subianto, bahwasanya Kadin sebagaimana yang telah tertuang dalam Undang-undang, Kadin hadir bukan saja untuk swasta, BUMN tapi juga ke pelaku UMKM.

Baca Juga :  Kadin Sultra Luncurkan Sufana Sari Kedelai di Konawe, Budi Amin: Berkat Kolaborasi

“Kolaborasi ini menjadi penggerak perekonomian kita. Tidak bisa hanya salah satunya saja,” ujarnya mengingatkan.

Dalam pemaparan Ketua Kadin Sultra, Anton Timbang, kata Anindya N Bakrie, fokus pada program MBG dan pengelolaan aspal Buton sebagai penggerak ekonomi di daerah.

“Program Makan Bergizi Gratis yang dicetuskan Prabowo Subianto, memiliki tujuan untuk membangun sumber daya unggul, menurunkan angka stunting, menurunkan angka kemiskinan, dan menggerakkan ekonomi masyarakat. Sementara tata kelola aspal Buton, asumsinya, Indonesia butuh infrastruktur jika kemudian bisa dilakukan dengan hilirisasi, apalagi smelternya masih relatif terjangkau, tinggal kita kaji agar bisa jalan semuanya. Yang paling luar biasa Kadin Sultra menyelenggarakan pasar pangan murah dengan menyediakan 6.000 paket terdiri 2.000 paket beras, 2.000 paket minyak goreng dan 2.000 paket gula pasir,” ujarnya menambahkan.

“Kuncinya adalah kolaborasi antara stakeholder terkait. Saya yakin para pengusaha di Kadin secara umum tahan banting, hal ini sudah teruji sejak tahun 1998 krisis ekonomi, 2020 pandemi, dua masa ini cukup sulit, namun bisa dilalui.  Kadin Indonesia akan terus menjadi mitra strategis pemerintah pusat dan daerah,” ujarnya memungkasi. (RED)

Komentar