Program Strategis P3-TGAI di Sultra Harus Sukses, Ridwan Bae: Tak Boleh Ada Pungli

SOROTSULTRA.com, Kendari-Wakil Ketua Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI), Ir. Ridwan Bae menekankan pentingnya mensukseskan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI). Ahad (3/8/25). 

Penekana itu, Ridwan Bae sampaikan saat menghadiri acara sosialisasi dan penandatanganan pakta integritas dan perjanjian kerjasama kegiatan P3-TGAI tahap I tahun 2025, yang di hadiri oleh ratusan kepala desa se-Sulawesi Tenggara di salah satu hotel di Kota Kendari pada, Jumat (1/8/2025).

Ridwan mengatakan, program P3-TGAI harus benar-benar memberikan manfaat besar untuk peningkatan sektor pertanian. Untuk itu, dia meminta pelaksana dan pendamping program agar benar-benar mengutamakan kualitas pekerjaan, kesesuaian volume, dan kecepatan penyelesaian.

“Saya ingatkan, ini adalah program rakyat. Jangan ada pungutan dalam bentuk apa pun yang mengatasnamakan pihak mana pun. Ini program untuk petani, bukan lahan pungli,” tegas Ridwan.

Anggota DPR RI fraksi partai Golkar ini menjelaskan, program P3-TGAI merupakan bagian dari program yang selaras dengan visi Nawacita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam hal membangun kemandirian pangan, memperkuat infrastruktur pedesaan, dan memberdayakan petani sebagai kekuatan ekonomi bangsa.

Baca Juga :  Penjelasan Komisioner KPK Terhadap OTT Tanpa Barang Bukti Uang

“Pak Prabowo menekankan pentingnya pembangunan dari desa dan memuliakan petani. Maka program P3-TGAI ini adalah bagian konkret dari arah pembangunan. Maka, harus dijalankan dengan serius dan jujur,” ungkapnya.

Program P3-TGAI lanjut Ridwan, harus mampu memberikan manfaat nyata bagi petani dan masyarakat desa. Sehingga harus benar-benar di fokuskan pada peningkatan dan rehabilitasi jaringan irigasi tersier di wilayah pedesaan. Perbaikan saluran irigasi akan memastikan distribusi air yang lebih efisien dan merata ke lahan-lahan pertanian, yang bisa berdampak langsung pada peningkatan hasil panen, percepatan masa tanam, dan efisiensi biaya produksi bagi petani.

Lebih dari itu, pendekatan padat karya yang diterapkan dalam program ini juga memberikan lapangan kerja langsung bagi masyarakat setempat, mendorong perputaran ekonomi desa, dan memperkuat kelembagaan petani melalui Kelompok P3A.

Dalam kesempatan ini, Ridwan  juga menyampaikan harapannya agar pemerintah provinsi, kabupaten/kota, hingga Kecamatan turut serta secara aktif dalam mendukung dan mengawasi pelaksanaan program P3-TGAI di lapangan.

“Saya mengajak seluruh jajaran pemerintah daerah, dari provinsi, kabupaten/kota, sampai ke tingkat kecamatan, untuk ikut mengawal dan mendukung penuh pelaksanaan P3-TGAI ini. Jangan lepas tangan. Ini program strategis, harus kita jaga dan sukseskan bersama,” tegasnya.

Baca Juga :  Jambore Bencana 2025 Resmi Dibuka, Asrun Lio: Keselamatan Rakyat adalah Prasyarat Visi RPJMD

Dengan kolaborasi yang solid antara pemerintah pusat, daerah dan juga masyarakat. Anggota DPR RI tiga periode ini, optimis program P3-TGAI akan menjadi motor penggerak pertanian berkelanjutan di desa-desa di bumi Anoa. 

“Kalau ini berjalan dengan baik, maka tentu bisa  menjadi contoh bagi daerah lain dalam membangun irigasi berbasis partisipasi rakyat,” tutupnya. (RED)

Komentar

Berita Terkait