Sekolah Rakyat Terintegrasi 70 Kendari Rintisan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara Gelar CKG dan MPLS

SOROTSULTRA.com, Sultra-Salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto di bidang pendidikan yakni Sekolah Rakyat. Sekolah Rakyat merupakan salah satu mandat yang diberikan Presiden kepada Kemensos. Selasa (28/10).

Sekolah Rakyat adalah sekolah berasrama gratis untuk anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem, yang bertujuan memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan.

Selain pendidikan formal, sekolah ini juga fokus pada pembentukan karakter, kepemimpinan, dan keterampilan hidup, dengan seluruh kebutuhan siswa seperti asrama, makan, dan layanan kesehatan ditanggung oleh negara.

Kepala Dinas Sosial Sulawesi Tenggara, Wawan Arianto menjelaskan, di Sultra ada 3 Sekolah Rakyat rintisan Pemprov Sulawesi Tenggara.

“Alhamdulillah pada Senin 29 September 2025 Sekolah Rakyat Terintegrasi 70 Rintisan Pemprov Sulawesi Tenggara sudah berjalan. Di Sultra ada tiga Sekolah Rakyat rintisan yang pertama, di Sentra Meohai rintisan Kota Kendari dengan jenjang pendidikan SMP, Sekolah Rakyat rintisan Pemprov Sultra jenjang pendidikan SD dan SMA, serta Sekolah Rakyat rintisan di Kabupaten Buton Tengah (Buteng) untuk jenjang pendidikan SD, SMP dan SMA,” jelasnya.

Baca Juga :  Pergantian Jitu Luis Milla yang Mengantar Indonesia ke Semifinal

“Sekolah Rakyat di Kota Kendari yakni tingkat Sekolah Dasar (SD) sebanyak 29 siswa dan 21 siswi. Sedangkan di Kabupaten Buton Tengah (Buteng) yakni Sekolah Menengah Atas (SMA) terdiri dari 28 siswa dan 22 siswi sudah melaksanakan CKG atau Cek Kesehatan Gratis dan MPLS atau Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah. Masing-masing Sekolah Rakyat ini memiliki 2 ruangan belajar (Rumbel),” ujarnya saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp. Selasa (30/9/25).

Wawan Arianto mengatakan, program Sekolah Rakyat ini kolaborasi lintas lembaga terkait seperti Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Pekerjaan Umum serta lembaga pengentasan kemiskinan.

“Sekolah Rakyat tidak hanya menjadi domain dari Kementerian Sosial RI, melainkan kemitraan dengan beberapa Kementerian terkait,” ujarnya.

Wawan Arianto menambahkan, pihaknya akan mengurusi bukan hanya anak-anak yang menjadi siswa-siswi Sekolah Rakyat saja akan tetapi orang tua mereka.

“Jadi, orang tua siswa-siswi Sekolah Rakyat di Sulawesi Tenggara kita juga bantu, misal ada orang tua calon siswa yang punya usaha kita bantu dalam permodalan melalui Bansos Usaha Ekonomi Produktif (UEP), atau orang tua mereka punya rumah tapi tidak layak huni maka kita beri Bansos Rumah Sejahtera Terpadu (RST),” pungkasnya. (RED)

Komentar