Saatnya Pj Wali Kota Kendari Muhammad Yusup Melakukan Evaluasi dan Reformasi Birokrasi

Kendari, Sorotsultra.com-Pj Wali Kota Kendari Muhammad Yusup pada Senin, 22/1/24 melakukan kunjungan kerja di Kecamatan Nambo. Dalam kunjungan itu, mantan Pj Bupati Buton Tengah berjanji akan melakukan penataan di tiga sektor, Ahad (28/1/2024). 

Ketiga sektor yang dimaksud meliputi lingkungan, pariwisata dan perikanan. Dalam pertemuan itu turut dihadiri pemerintah dan masyarakat setempat.

Dalam pertemuan tersebut, Muhammad Yusup menilai sangat banyak potensi yang bisa dikembangkan di Kecamatan Nambo diantaranya industri pertambangan, pariwisata dan perikanan. Bahkan, untuk hasil perikanan dari 6 kelurahan, 5 diantaranya berada di wilayah pesisir.

“Harusnya dengan potensi yang dimiliki Kecamatan Nambo, semestinya masyarakat memiliki tingkat kesejahteraan yang memadai. Namun, sayangnya masih terdapat warga yang masuk kategori miskin ekstrem atau belum bisa memenuhi kebutuhan dasarnya. Selain itu, masih terdapat 10 kepala keluarga memiliki anak stunting,” kata Kepala BPBD Sultra prihatin.

Dengan demikian, kunjungan Pj Wali Kota Kendari untuk menyerap aspirasi masyarakat di Kecamatan Nambo menyisakan pekerjaan rumah yang membutuhkan penanganan secara profesional dan dibarengi niat yang tulus serta ikhlas tanpa dimotori oleh kepentingan politik sesaat.

Baca Juga :  Izin Usaha Anoa Mart Sebesar Rp 720 Juta

Sebab, aktifitas penambangan pasir silika di Kelurahan Nambo telah berlangsung lama. Sejak di era kepemimpinan Ir. Asrun, Sulkarnain Kadir hingga mantan Pj Wali Kota Kendari, Asmawa Tosepu.

Alhasil, dampak dari aktivitas pengerukan pasir silika di Kelurahan Nambo telah memberikan dampak yang negatif bagi potensi pariwisata dan ekosistem biota laut di pesisir Nambo.

Sehingga, kerusakan lingkungan benar-benar nyata telah terjadi dan dilakukan secara masif. Mirisnya lagi, seluruh aktivitas korporasi melakukan penambangan pasir silika tidak mengantongi satupun izin legal, dan menabrak Perda RTRW Kota Kendari.

Upaya Pj Wali Kota Kendari untuk mengembangkan potensi yang dimiliki Kecamatan Nambo agak naif, sedangkan potensi pariwisata, perikanan dan lingkungan telah dirusak demi kepentingan korporasi yang hanya mengejar keuntungan semata.

Mana mungkin pengembangan Nambo bisa diwujudkan, sementara lingkungannya dirusak. Satu-satunya jalan terbaik adalah mengembalikan fungsi lingkungan di Nambo untuk mencapai keberlanjutan industri pariwisata dan pengembangan perikanan bisa diwujudkan.

Selain itu, semestinya dan seharusnya Pj Wali Kota Kendari Muhammad Yusup mendapatkan data valid tentang potensi perikanan dan pariwisata wabilkhusus di Kecamatan Nambo.

Baca Juga :  Pihak Manajemen Bank Sultra Memberikan Penjelasan Terkait Kasus Pelecehan Di Internal Mereka

Keinginan Pj Wali Kota Kendari dalam rangka membangun ekonomi masyarakat di wilayah Nambo kemungkinan tidak akan bisa maksimal, lantaran sudah ada masalah sebelumnya. Di satu sisi potensi parawisata pantai Nambo dan perikanan laut begitu menjanjikan, namun kondisi lingkungan dibiarkan rusak dan tercemar.

Sudah saatnya Pj Wali Kota Kendari segera membenahi birokrasi, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di sektor ini untuk dapat melakukan terobosan dalam penanganan persoalan lingkungan di Nambo. Pembangunan dan pengembangan potensi parawisata dan perikanan mesti dilakukan secara komprehensif demi menopang ekonomi masyarakat Nambo dan sekitarnya. (RED)