oleh

Viral Surat Kelulusan Pemuda Konkep di Universitas Oxford, Dwi Daningrat: Itu Hoaks

Inggris, Sorotsultra.com-Wa Ode Dwi Daningrat mahasiswi DPhil in Clinical Medicine (S3 Kedokteran Klinis) tahun pertama angkat bicara perihal informasi kelulusan Aspin, seorang anak petani asal Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep), Sulawesi Tenggara (Sultra) yang berhasil diterima di salah satu kampus bergengsi di dunia, Universitas Oxford, Inggris. Informasi tersebut diunggah akun media sosial (Medsos) kendariinfo.

Dalam unggahan tersebut, Aspin berhasil mendapatkan beasiswa yang diselenggarakan pihak University of Oxford pada jenjang S2 jurusan Department of Zoology.

“Sebenarnya jika teman-teman membaca surat kelulusan saudara Aspin yang diunggah oleh akun medsos kendariinfo dengan lebih teliti, maka semua pasti akan menyadari bahwa ada yang aneh dengan surat kelulusan tersebut. Tak perlu ahli IT untuk membuktikan keaslian  surat tersebut karena secara kasat mata kita bisa pastikan surat itu hasil editan,” kata Dwi Daningrat.

“Aspin tau ini kok. Saya sudah menghubungi dia juga. Dia tahu bahwa kelulusannya di Oxford itu tidak benar, entah dia korban penipuan atau dia memang sengaja memalsukan. Intinya kelulusannya tidak benar. Saya bisa memastikan bahwa surat kelulusan dalam berita tersebut merupakan hasil editan atau sebuah pemalsuan. Pemalsuannya seperti apa, teman-teman bisa lihat pada gambar di kolom komentar,” jelasnya kepada Sorotsultra.com, Ahad, 24/7/2022 siang.

Baca Juga :  Pemerintah Perlu Segera Membuat Crisis Center Pengendalian Virus Corona

Walaupun awalnya tidak mau ikut-ikutan sibuk dengan informasi viral ini, lanjut gadis asal Wakatobi itu namun, setelah beberapa hari unggahan tersebut tidak juga dihapus.

“Saya pikir setelah saya menghubungi admin medsos kendariinfo dan saudara Aspin informasi tersebut akan di-take down namun, nyatanya tidak,” katanya menambahkan.

“Jadi, saya memutuskan untuk mengatakan yang sebenarnya disaat melihat hal yang tidak benar dan kita tahu kebenarannya maka saya percaya kita punya kewajiban untuk mengungkapkan apa yang benar. Diam sepertinya bukan pilihan. Informasi viral ini sudah berlarut-larut dan banyak yang tertipu. I decided to just go ahead and say something, karena beberapa teman juga banyak yang bertanya-tanya kepada saya dan mendesak saya untuk segera meluruskan berita ini. Believe me, I hate to be the one yang harus menyampaikan hal seperti ini,” pungkasnya.

Betapa mudahnya masyarakat kita percaya dan membagikan informasi viral ini tanpa memastikan kebenaran sumber informasi yang mereka bagikan. Kalau sudah seperti ini, siapa yang salah?

Baca Juga :  Tim Kemanusiaan Komunitas Penerbangan Haluoleo Kendari Hari Ini Tiba Di Palu

Untuk diketahui, Oxford atau University of Oxford adalah salah satu perguruan tinggi di Inggris yang berkelas dunia. Oxford University memulai proses pengajarannya sejak tahun 1096. Memakai Bahasa Inggris dalam pengajarannya, Oxford merupakan salah satu universitas tertua di dunia.

Oxford juga dikenal dengan sistem perpustakaan terbaik dan terbesar yang ada di Inggris. Dari 44 perguruan tinggi yang ada, Oxford memiliki lebih dari 100 perpustakaan. (RED)