SOROTSULTRA.com, Kendari-Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar acara Focus Group Discussion Sensus Ekonomi 2026 dengan tema “Dari Aspirasi ke Aksi: Mewujudkan Sensus Ekonomi 2026 yang Partisipatif.
Dalam sambutannya, Plt. Kepala BPS Provinsi Sulawesi Tenggara, Andi Kurniawan mengatakan, data statistik yang akurat dan dipercaya merupakan milik kita bersama.
Angka statistik adalah gambaran fenomena yang ada, awalannya ada di Sensus Ekonomi 2026.
“Menulis ekonomi Sulawesi Tenggara 10 tahun kedepan,” terang Andi Kurniawan. Senin (20/10).
Diharapkan, lanjut Andi Kurniawan, Sensus Ekonomi 2026 semua sektor usaha baik itu skala usaha kecil dan usaha besar akan terdata secara lengkap dan akurat.
“Semua data perusahaan kami jamin keamanan dan kerahasiaan dan murni digunakan untuk data statistik,” tambahnya.
Untuk itu, kami minta dukungan semua punya pihak untuk menyukseskan Sensus Ekonomi 2026.
“Peran serta semua pihak dibutuhkan demi dukungan data statisik untuk menghitung berbagai potensi usaha di Sulawesi Tenggara,” tandasnya.
Ketua Panitia FGD, Sahunan Qola Jayati, S.ST., M.M., dalam sambutannya mengatakan, kegiatan FGD merupakan upaya berbagi wawasan mendalanm antara instansi, OPD, lembaga dan asosiasi pelaku usaha.
“Dasar kegiatan FGD merujuk pada Undang-Undang Dasar Nomor 16 Tahun 1997 Pasal 8 Ayat 1. Sensus Ekonomi ini dilaksanakan setiap 10 tahun sekali, sejak tahun 1986, 1996, 2006, 2016 dan 2026,” pungkasnya. (RED)










Komentar