Optimisme IDI 2020 Sulawesi Tenggara Masuk Peringkat 20 Besar, Agnes Widiastuti: Kita Upayakan

Kendari, Sorotsultra.com Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Tenggara Agnes Widiastuti, S. Si., ME, menargetkan Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) Provinsi Sulawesi Tenggara tahun 2020 masuk peringkat 20 besar.

Hal itu ia ungkapkan saat di temui Kamis, 15/4/2021 di sela-sela kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) Sulawesi Tenggara tahun 2020 yang di selenggarakan BPS Sultra di Swiss-bellhotel Kendari.

Kita optimis FGD 2020 bisa mengangkat peringkat Indeks Demokrasi Indonesia Sultra berada di posisi 20. “Tahun ini kita optimis dan upayakan masuk 20 besar,” harapnya. 

Forum ini menjadi barometer pemerintah daerah melakukan treatment atau upaya mengangkat Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) di Bumi Anoa semakin baik. Selain itu target FGD 2020 untuk mengumpulkan data sebanyak banyaknya dari narasumber.

“Di forum ini kita berharap mendapatkan masukan di mana sisi lemahnya pembangunan daerah kita, aspek mana yang  perlu di tingkatkan, dari aspek itu variabel mana yang belum maksimal, dari variabel itu apa sih indikatornya yang menyebabkan masih rendah,” tutur Agnes.

Baca Juga :  Demi Mewujudkan Kota Layak Huni, Lurah Lahundape Sosialisasikan Program LAIKA

Walaupun yang menjadi kendala selama ini karena masih terbatasnya akses data, bagi BPS data menjadi sangat penting karena acuan kerja BPS adalah data, jika data dari instansi terkait tidak lengkap dan tercatat maka akan menjadi rancu, walaupun informasinya benar, tapi tidak ada buktinya.

Maka mencatat dan mendokumentasikan bagi instansi itu sangat penting, sehingga pada saat petugas BPS datang untuk meminta harusnya data itu sudah tersedia, namun terkadang petugas datang data tersebut tidak tersedia. Hal ini menjadi hambatan, karena BPS memiliki waktu yang terbatas dalam mengumpulkan data.

“Olehnya itu kami meminta dukungan dari instansi terkait agar data yang kami butuhkan bisa tersedia, kami siap bersinergi memberikan informasi data seperti apa yang di butuhkan demi kemaslahatan daerah kita,” pungkasnya. (RED).