Warga Pinrang Meninggal Ketika Tidur, Sebelum Menjaring Ikan

Kendari. Sorot Sultra.Com – Paid, 40 tahun, seorang anak buah kapal (ABK) nelayan, asal Sulawesi Selatan, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia saat sedang tidur, di atas Kapal Motor (KM) Raudatul Jannah 02,  Kamis, 21/3/2019.

Menurut Nakhoda KM Raudhatul Jannah 02, bahwa, sekitar pukul 24.00 wita, setibanya di rumpon,  korban masih terlihat bangun. Karena pagi hari baru akan dilaksanakan kegiatan penangkapan ikan, maka disuruhlah seluruh ABK untuk beristirahat.

Pagi harinya, ketika semua ABK dibangunkan untuk mempersiapkan diri sebelum memulai proses penangkapan ikan. Terlihat korban seorang yang tidak kunjung bangun, dan setelah diperiksa, ternyata yang bersangkutan sudah dalam keadaan meninggal dunia.    

“Kami tiba di rumpon, sekitar pukul 24.00 wita, Saya pun menyampaikan kepada seluruh ABK untuk segera tidur. Pagi harinya, ketika saya membangunkan seluruh ABK yang berjumlah 16 orang, namun korban tidak ikut bangun. Setelah diperiksa, ternyata korban sudah meninggal dunia,” ujarnya.

Selanjutnya dikatakan oleh Abdul Waris, kemungkinan korban meninggal dunia antara pukul 01.00 – 07.00 wita, “Saya perkirakan korban meninggal, diwaktu tengah malam sampai pagi”. Jelasnya.

Baca Juga :  Perkara Tanah di Desa Lalombonda Jadi Polemik, Pengacara Tergugat: Kades Puuwonua Diduga 'Bekingi' Mafia Tanah

Pelaksana Syahbandar Perikanan, Ricky, saat ditemui ditengah penyambutan jenazah di Pelabuhan Perikanan Samudera Kendari mengatakan, sore ini, pihaknya menerima informasi yang menyatakan, jika salah satu ABK KM Raudatul Jannah 02, telah ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa diatas kapal,

“Informasi awal kami terima sekitar pukul 15.30 wita, dan dinyatakan tidak ada indikasi jatuh atau terbentur, melainkan tubuhnya dalam kondisi istrahat. Hingga saat di bangunkan untuk mengangkat alat penyeimbang, korban pun tidak bangun lagi,” tuturnya.

Mendapat informasi tersebut, pihak Syahbandar Perikanan, langsung menginstruksikan kepada Nakhoda KM. Raudhatul Jannah 02, agar segera merapat ke PPS Kendari, untuk di ambil tindakan lebih lanjut.

“Sesampainya di pelabuhan, kami pun melakukan proses pemeriksaan awal terhadap jenazah, dan setelah itu, langsung dibawa ke rumah sakit untuk proses lebih lanjut,” tutupnya.

Rencananya almarhum akan di kembalikan ke kampung halamanya, di Kecamatan Suppa, Kabupaten Pinrang, Provinsi Sulawesi Selatan, untuk dikebumikan disana. (RED)

Komentar